Bismillahirohmanirrohim.....
Assalamualaikum....
Ketika membolak balik sebuah buku.....
Harapan (Roja') harus di sertai dengan amal, kalau tidak, maka itu hanyalah lamunan
Harapan dan angan-angan menurut kitab Al Hikam karangan Syeikh Ibnu Athaillah, adalah dua perkara yang serupa tetapi datang melalui saluran yang berlainan, lalu meninggalkan kesan yang berbeda. Harapan memberikan daya hidup bagi seorang hamba dengan keinginan positif untuk beramal ibadah. Sedang angan-angan adalah sifat negatif, di mana pelakunya punya keinginan besar tapi tak mau melakukan apaun. itu jadinya tak lebih dari mimpi atau lamunan saja. hamba yang menggunakan akalnya ialah hamba yang senantiasa melakukan muhasabah dan bersiap untuk menghadapi hari esok. sedangkan hamba yang lalai adalah yang senantiasa memperturutkan hawa nafsunya dan menggantungkan diri pada angan angan tanpa arah yang jelas. demikian penjelasan Syeikh Ibnu Athaillah.
Demikianlah, sebuah harapan akan mendatangkan positif thingking, berbaik sangaka kepada Allah SWT dalam setiap detik dan kesempatan kita- Aku sesuai prasangka hamba Ku-
Harapan akan memompakan semangat untuk selalu memperbaharui hari dengan hal-hal positif yang akan dilantunkan lewat doa dan amal kita.
Dengan adanya harapan, kita akan senantiasa mencari hikmah di balik setipa kejadian yang menimpa kita, kemudian kita akan semakin teliti mengamati lebih cermat setipa orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, karena dengan mendengarkan orang lain akan ada ilmu yang Subhanallah.... luar biasa yang bisa kita peroleh, akan ada empati, simpati, ada syukur karena Rabb telah mengaruniakan kepada kita dengan mempertemukan kita dalam suasana yang insyaallah dalam upaya mengkaji kitab bersama-sama. kemudian kita akan mensyukuri setiap pertemuan dengan orang lain karena itu merupakan rencana Allah SWT yang mungkin datang sebagai akibat dari pilihan yang kita ambil. Misalnya, seseorang yang bercita-cita menjadi seorang psikolog akan mengambil kuliah di fakultas psikologi, di sana dia akan bertemu dengan guru TK yang optimis, yang mengajarkan arti keceriaan, kelembutan dan ksabaran dalam menyempaikan berbagai hal. kemudian orang tersebut akan bertemu dengan dosen yang ternyata seorang motivator di sebuah lembaga pelatihan, yang mampu memompakan energi positif untuk memahami diri, karakter diri dengan lebih jauh dan mendalam, karena dengan mengenal diri dengan lebih jauh insyaallah akan mengantar kita untuk lebih mengenal Allah SWT.
Ada rahasia di balik setiap pertemuan.
Harapan akan mendatangkan keyakinan bahwa Allah yang Maha Lembut, dengan kelembutan-Nya menghadiahkan kepada kita kemmapuan untuk melantunkan sebuah doa, Allah SWT menghadiahkan kepada kita pertemuan demi pertemuan baik yang kita pilih atau pertemuan yang tidak kita sangka sangka, A;llah SWT menghadiahkan kepda kita dua mata yang Subhanallah dengannya kita bisa menelusuri setipa peristiwa yang terjadi di sekeliling kita, mengamati warna kesukaan kita, tayangan televisi favorit kita, mengamati hal-hal yang menjadi minta dan harapn kita, kemudian memupuknya menjadi usaha, doa dan di barengi dengan tawakkal, kepasrahan dengan keputusan Allah SWT.
Dalam sebuah buku Chicken soup for the soul, di katakan bahwa, jika kita mengagumi bunga-bunga dan pohon-pohon hijau di tepi jalan, dan memndangi serangga dan bunga-bunga yang hidup di pepohonan, seolah-olah kita menjadi pemburu harta karun, maka perjalanan akan semakin menarik dan menyenangkan.
Di halaman lain dalam buku ini dituliskan, "Harapan dari hati adalah seperti puisi paling indah yang kita tulis, gambar paling indah yang kita lukis, dan musik paling indah yang kita mainkan untuk seseorang".
Demikian, semoga kita di karuniai kesempatan untuk menabur harapan dalam hari kita.
Assalamualaikum....
Ketika membolak balik sebuah buku.....
Harapan (Roja') harus di sertai dengan amal, kalau tidak, maka itu hanyalah lamunan
Harapan dan angan-angan menurut kitab Al Hikam karangan Syeikh Ibnu Athaillah, adalah dua perkara yang serupa tetapi datang melalui saluran yang berlainan, lalu meninggalkan kesan yang berbeda. Harapan memberikan daya hidup bagi seorang hamba dengan keinginan positif untuk beramal ibadah. Sedang angan-angan adalah sifat negatif, di mana pelakunya punya keinginan besar tapi tak mau melakukan apaun. itu jadinya tak lebih dari mimpi atau lamunan saja. hamba yang menggunakan akalnya ialah hamba yang senantiasa melakukan muhasabah dan bersiap untuk menghadapi hari esok. sedangkan hamba yang lalai adalah yang senantiasa memperturutkan hawa nafsunya dan menggantungkan diri pada angan angan tanpa arah yang jelas. demikian penjelasan Syeikh Ibnu Athaillah.
Demikianlah, sebuah harapan akan mendatangkan positif thingking, berbaik sangaka kepada Allah SWT dalam setiap detik dan kesempatan kita- Aku sesuai prasangka hamba Ku-
Harapan akan memompakan semangat untuk selalu memperbaharui hari dengan hal-hal positif yang akan dilantunkan lewat doa dan amal kita.
Dengan adanya harapan, kita akan senantiasa mencari hikmah di balik setipa kejadian yang menimpa kita, kemudian kita akan semakin teliti mengamati lebih cermat setipa orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, karena dengan mendengarkan orang lain akan ada ilmu yang Subhanallah.... luar biasa yang bisa kita peroleh, akan ada empati, simpati, ada syukur karena Rabb telah mengaruniakan kepada kita dengan mempertemukan kita dalam suasana yang insyaallah dalam upaya mengkaji kitab bersama-sama. kemudian kita akan mensyukuri setiap pertemuan dengan orang lain karena itu merupakan rencana Allah SWT yang mungkin datang sebagai akibat dari pilihan yang kita ambil. Misalnya, seseorang yang bercita-cita menjadi seorang psikolog akan mengambil kuliah di fakultas psikologi, di sana dia akan bertemu dengan guru TK yang optimis, yang mengajarkan arti keceriaan, kelembutan dan ksabaran dalam menyempaikan berbagai hal. kemudian orang tersebut akan bertemu dengan dosen yang ternyata seorang motivator di sebuah lembaga pelatihan, yang mampu memompakan energi positif untuk memahami diri, karakter diri dengan lebih jauh dan mendalam, karena dengan mengenal diri dengan lebih jauh insyaallah akan mengantar kita untuk lebih mengenal Allah SWT.
Ada rahasia di balik setiap pertemuan.
Harapan akan mendatangkan keyakinan bahwa Allah yang Maha Lembut, dengan kelembutan-Nya menghadiahkan kepada kita kemmapuan untuk melantunkan sebuah doa, Allah SWT menghadiahkan kepada kita pertemuan demi pertemuan baik yang kita pilih atau pertemuan yang tidak kita sangka sangka, A;llah SWT menghadiahkan kepda kita dua mata yang Subhanallah dengannya kita bisa menelusuri setipa peristiwa yang terjadi di sekeliling kita, mengamati warna kesukaan kita, tayangan televisi favorit kita, mengamati hal-hal yang menjadi minta dan harapn kita, kemudian memupuknya menjadi usaha, doa dan di barengi dengan tawakkal, kepasrahan dengan keputusan Allah SWT.
Dalam sebuah buku Chicken soup for the soul, di katakan bahwa, jika kita mengagumi bunga-bunga dan pohon-pohon hijau di tepi jalan, dan memndangi serangga dan bunga-bunga yang hidup di pepohonan, seolah-olah kita menjadi pemburu harta karun, maka perjalanan akan semakin menarik dan menyenangkan.
Di halaman lain dalam buku ini dituliskan, "Harapan dari hati adalah seperti puisi paling indah yang kita tulis, gambar paling indah yang kita lukis, dan musik paling indah yang kita mainkan untuk seseorang".
Demikian, semoga kita di karuniai kesempatan untuk menabur harapan dalam hari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar