Sabtu, 30 Januari 2010

KETIKA KU MELIHAT EMBUN MENETES BAK BERLIAN

Bismillahirrohmanirrohim


Usai percakapan panjang....

Hidup adalah puisi, mengalir serupa mata air, berhembus bersama angin, mendesau beriring hijaunya dedaunan dan semerbak bunga, embun yang menetes dari tangkai anggrek.,merdunya kicau burung, alunan musik di radio, putihnya awan, birunya langit, indahnya lengkung pelangi, pun kala malam dengan indahnya taburan gemintang dan rembulan. Maka, mengalirlah puisi puisi.


Yuks, kita lebih menikmati indahnya suasana yang ada di sekitar kita, yang kadang kita lewatkan karena rutinitas yang kadang menjemukan. Lebih memaknai arti langkah kaki yang Alhamdulillah masih dipercayakan kepada kita hingga saat ini.

Semoga kita dapat lebih baik lagi untuk menjalani peluang dan tantangan yang akan kita jelang dalam setiap desah nafas kita. Lebih arif memaknai cinta dan bermilyar empati yang telah diberikan oleh orang orang yang menyayangi kita tanpa pamrih. Kita bukanlah siapa siapa tanpa uluran tangan mereka.


Putihnya setiap helai rambut yang terurai dari kening ayah ibu kita, menceritakan betapa mereka sangaaaaat mencintai kita, hingga saat ini, pun kala kita tiada ada di sisi mereka. Senyum dan sapa hangat sahabat yang setia mendengar segala kesah kita yang tiada berkesudahan… kasih guru yang dengan welas, merengkuh bahu di kala lelah…. Subhanallah, semua indaaah…..

(Penggalan kata di ambil dari chicken soup of the soul, agak agak lupa… :)...), have a nice weekend… :)… semangad…semangad!


*makasih udah menyayangi iyut hingga kini*


Tidak ada komentar: